Pedoman TDS Air Minum

tds0water

Kadar kandungan cemaran atau kepadatan logam dalam air disebut juga “Kekerasan Air” dinyatakan dgn TDS (Total Disolved Solids). TDS terdiri dari garam anorganik (terutama kalsium, magnesium, kalium, natrium, bikarbonat, klorida dan sulfat) dan sejumlah kecil bahan organik yang dilarutkan dalam air.

Semakin tinggi nilai TDS, semakin banyak jumlah kandungan logam yang terlarut di dalam air yang ikut terminum tubuh. Standard WHO untuk kemurnian air layak minum dibatasi dengan nilai TDS. Nilai TDS maksimal adalah 40 ppm saja. Lebih dari itu sisa proses tidak sanggup diuraikan dari tubuh untuk di keluarkan. Resikonya mengendap di organ vital sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

TDS dalam air minum berasal dari sumber alami, limbah,limpasan perkotaan dan air limbah industri. Garam yang biasa digunakan untuk proses pencairan es (de-icing) di beberapa negara juga dapat menyebabkan kandungan TDS air minum meningkat. Konsentrasi TDS dalam air bervariasi dalam wilayah geologi yang berbeda karena perbedaan kelarutan mineral.

Data yang dapat diandalkan tentang efek kesehatan yang mungkin terkait dengan konsumsi TDS di air minum tidak tersedia, dan tidak ada nilai pedoman berbasis kesehatan diusulkan.Namun, Nilai TDS yang tinggi dalam air minum mungkin masih layak kepada konsumen

Pedoman WHO tentang Standar Air Minum
Tahun 1958 Standar Internasional WHO untuk air minum menunjukkan bahwa konsentrasi total padatan yang lebih besar dari 1500 mg / liter nyata akan merusak sifat layak air minum. Tahun 1963 dan 1971 Standar Internasional mempertahankan nilai ini sebagai konsentrasi yang diijinkan atau maksimum yang diizinkan. Dalam edisi pertama Pedoman Kualitas air minum, yang diterbitkan pada tahun 1984, nilai pedoman dari 1000 mg / liter didirikan untuk TDS, berdasarkan pertimbangan rasa. Tidak ada nilai pedoman berbasis kesehatan bagi TDS diusulkan pada 1993, sebagai data yang dapat dipercaya tentang efek kesehatan yang mungkin terkait dengan konsumsi TDS dalam air minum yang tidak tersedia.Bagaimanapun, kehadiran tingkat tinggi TDS dalam air minum ( lebih besar dari 1200 mg / liter) masih dimungkinkan pantas untuk dikonsumsi. Air dengan konsentrasi yang sangat rendah TDS juga mungkin tidak dapat diterima karena flat, rasa yang kurang enak dan PH yang tidak memenuhi syarat.

 

Penilaian risiko awalnya dilakukan pada tahun 1993. Pertemuan/rapat terakhir pada tahun 2003 setuju bahwa penilaian risiko ini dibawa ke depan untuk Pedoman Kualitas air minum (WHO Guidelines for Drinking-water Quality).

“Palatabilitas air dengan tingkat TDS kurang dari 600 mg / liter umumnya dianggap baik; air minum menjadi semakin enak pada tingkat TDS lebih besar dari sekitar 1.000 mg / liter. Kehadiran tingkat tinggi TDS mungkin masih pantas kepada konsumen, karena skala yang berlebihan di pipa air,pemanas, boiler dan peralatan rumah tangga. Tidak ada nilai pedoman berbasis kesehatan untuk TDS telah diusulkan” – Guidelines for Drinking Water Quality

Pengolahan Air dengan menurunkan kadar TDS

proses-tds-nol

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) umumnya hanya diproduksi melalui proses penjernihan. Sehingga produk air minum dalam kemasan umumnya masih berupa air jernih tetapi memilki kadar TDS yang tinggi. Proses penjernihan sebenarnya hanya menghilangkan padatan tersuspensi, yaitu padatan yang berukuran lebih dari 0,2 micron. Sedangkan padatan yang berukuran kurang dari 0,2 micron biasanya masih tetap ada, bahkan jumlahnya kadang sangat tinggi, hal ini disebabkan ketentuan SNI di negara kita, yaitu maksimum 1000 ppm. Ketentuan kadar TDS menurut WHO maksimum 500 ppm, sedang ketentuan kadar TDS dibeberapa negara maju maksimum 50 ppm. Artinya semakin rendah kadar TDS akan semakin baik untuk dikonsumsi. TDS atau padatan yang berukuran kurang dari 0,2 micron itu adalah padatan yang terlarut dalam air. Biasanya merupakan ion-ion logam, atau oksida-oksida logam.

Pada proses produksi air murni pengolahan tidak cukup dilakukan hanya sampai tahap penjernihan. Melainkan, air jernih tersebut diproses lebih lanjut hingga sejumlah ion yang terlarut didalamnya hilang atau berkurang. Air diproduksi hingga kadar TDS maksimum sebesar 2 ppm. Ini adalah merupakan produk air murni yang dapat dipasarkan dengan harga yang ekonomis karena proses produksi yang sangat efisien.