Pengolahan Air dengan menurunkan kadar TDS

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) umumnya hanya diproduksi melalui proses penjernihan. Sehingga produk air minum dalam kemasan umumnya masih berupa air jernih tetapi memilki kadar TDS yang tinggi. Proses penjernihan sebenarnya hanya menghilangkan padatan tersuspensi, yaitu padatan yang berukuran lebih dari 0,2 micron. Sedangkan padatan yang berukuran kurang dari 0,2 micron biasanya masih tetap ada, bahkan jumlahnya kadang sangat tinggi, hal ini disebabkan ketentuan SNI di negara kita, yaitu maksimum 1000 ppm. Ketentuan kadar TDS menurut WHO maksimum 500 ppm, sedang ketentuan kadar TDS dibeberapa negara maju maksimum 50 ppm. Artinya semakin rendah kadar TDS akan semakin baik untuk dikonsumsi. TDS atau padatan yang berukuran kurang dari 0,2 micron itu adalah padatan yang terlarut dalam air. Biasanya merupakan ion-ion logam, atau oksida-oksida logam.

Pada proses produksi air murni pengolahan tidak cukup dilakukan hanya sampai tahap penjernihan. Melainkan, air jernih tersebut diproses lebih lanjut hingga sejumlah ion yang terlarut didalamnya hilang atau berkurang. Air diproduksi hingga kadar TDS maksimum sebesar 2 ppm. Ini adalah merupakan produk air murni yang dapat dipasarkan dengan harga yang ekonomis karena proses produksi yang sangat efisien.

 

Leave a Reply